Wednesday, October 15, 2008

Beloved One

Title : Beloved One
Author : natsu-chan
Pairing : Reita x Ruki
Genre/Rating : oneshot, SA, PG, AU
A/N : ini fanfic ke 3 yang gw buat.. tapi yang kelar baru ini doank.. XD gw dapet ide buat ni fanfic setelah dengerin lagu na -miyavi- yang judul na Itoshii Hito.. hoho..

douzoo~
------------------------------

"Unghh.. Aduh.. Kenapa kepalaku pusing sekali..", kata Ruki ketika ia membuka matanya. "Ruki, kamu sudah bangun?", kata Reita yang sedang duduk disebelah Ruki. "Unghh.. Rei-kun.. Ada apa denganku? Kenapa aku bisa ada disini.. Di apartemenmu??", jawab Ruki masih setengah sadar. "Semalam kamu demam dan pingsan setelah konser.. Kata dokter, kamu kecapekan.. Kamu hanya perlu istirahat yang cukup.. Tidur saja lagi kalau masih pusing.. Tapi sebelum itu.. Kamu makan bubur dulu.. Kamu belum makan kan dari semalam??" Reita tersenyum dan berjalan ke dapur.

"Tapi Rei-kun belum jawab, kenapa aku dibawa ke apartemenmu.. Kenapa tidak ke apartemenku saja?" Ruki beranjak dari tempat tidur dan duduk di meja makan. "Tidak ada alasan apa2.. Aku hanya ingin menjagamu.. Lagian di kamu tinggal sendiri.. Siapa yang akan menjagamu..?? Jadi kamu kubawa kesini.. Nih buburnya.. Mau aku suapin atau kamu makan sendiri, Ruki??" Reita tersenyum lagi dan meletakkan bubur diatas meja.

"Umm.. Makasih ya Rei-kun.. Maaf telah merepotkanmu.. Aa.. Aku makan sendiri saja.. Itadakimasu!", kata Ruki tersipu2 sambil mulai melahap bubur bikinan Reita. " Haha.. Tidak apa2 kok.. Yang penting kamu cepat sembuh.." Reita menggelus rambut Ruki dengan lembut. Reita pun duduk disamping Ruki dan memandanginya. "Kok pipimu merah? Masih demam ya?" Reita meletakkan telapak tangannya di dahi Ruki. "Ee.. Enggak koq.. Aku sudah tidak apa2.. Cuma masih agak pusing.." Ruki reflect melepaskan tangan Reita dari dahinya.

Reita pun terkejut. "Ada apa Ruki? Aku salah ya??" "Go.. Gomen.. Tidak apa2 Rei-kun.. Rei-kun tidak salah.. Aku cuma reflect.. Gomen.. Aa.. Aku malu..", kata Ruki. Matanya berkaca2. "Malu kenapa? Aku tidak mengerti.. Kenapa kamu menangis, Ruki??" Reita kebingungan. "Aa.. Aku malu pada Rei-kun.. Rei-kun begitu baik padaku.. Re.. Rei-kun....."

Belum siap Ruki berkata, Reita langsung memeluk Ruki dengan erat. "Jangan bertanya kenapa Ruki!! Hentikan saja tangisanmu.." Ruki yang terkejut pun menghentikan tangisannya. Ruki deg2an. Pipinya semakin merah. Tubuhnya memanas. Suasana seketika menjadi hening. Yang terdengar hanyalah detakan jantung Ruki yang makin lama makin kencang. Reita melepaskan pelukannya.. Dan memandang wajah Ruki dalam2..

"Ruki.."

"Ii.. Iya.. Rei-kun.."

"Aku sudah tidak tahan Ruki.. Sepertinya aku harus mengatakannya sekarang juga.. Aa.. Aku.." "Kamu kenapa Rei-kun?? Kenapa tiba2 memelukku??" Sekarang Ruki yang kebingungan.

"Aku mencintaimu Ruki.. Itu alasan mengapa aku begitu baik dan peduli padamu.. Dan mengapa aku memelukmu..", jawab Reita tegas.

"Aa.. Apa?? Rei-kun mencintaiku??" Ruki terkejut bukan main.

"Iya Ruki.. Apa itu salah?? Aku tahu.. Mungkin kamu menganggap aku gila.. Tapi itulah perasaanku sebenarnya.." Reita menundukkan kepalanya.

"Tidak!! Rei-kun tidak salah.. Rei-kun juga tidak gila.. Karena aku..." Ruki terdiam sejenak dan mengatur nafasnya lalu melanjutkan perkataannya.

"Aku juga mencintai Rei-kun.. Bahkan sejak pertama kita kenal dulu.. Aku selalu mencintai Rei-kun.."

"Benarkah Ruki?? Mengapa tidak kau katakan dari dulu?? Kau membuatku menunggu begitu lama.."

"Kupikir Rei-kun mencintai Uruha-san.. Karena kalian begitu dekat.. Begitu akrab.. Aku takut merusak hubungan kalian.. Jadi.. Kupikir lebih baik kupendam saja perasaan ini dalam2.. Asalkan Rei-kun bahagia.. Lagian Uruha-san juga orang yang baik dan perhatian.. Jadi cocok dengan Rei-kun.."

"Haha.. Uruha ya masalahnya.. Dia hanya teman kecilku.. Kita sudah bersama sejak kecil.. Tidak ada hubungan lebih.. Lagian dia juga baru saja jadian dengan Aoi.. Mereka saling mencintai.. Seperti kita.." Reita tertawa dan kembali memeluk Ruki.

"Terima kasih Rei-kun.. Aku mencintaimu.. Sangat mencintaimu.." Ruki pun memeluk Reita dengan erat.

"Ruki.. Bolehkah aku menciummu??", pinta Reita.

"Boleh.. Silahkan lakukan saja apa yang Rei-kun mau.. Aku terima.." Ruki tersenyum.

Reita pun dengan perlahan mendekatkan bibirnya ke bibir Ruki.. Dan akhirnya menempel.. Mereka berciuman.. Ciuman yang lama.. Dan itu.. Ciuman pertama mereka..

Kehidupan cinta mereka pun baru saja dimulai..


-owari-

No comments: